(0)![]()
Analisis pertandingan antara England dan Croatia
Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 setelah menjalani kampanye kualifikasi Eropa yang nyaris sempurna. Di bawah arahan Thomas Tuchel, The Three Lions dengan cepat menegaskan status mereka sebagai salah satu favorit juara dengan mendominasi grup melalui permainan yang terorganisasi, penguasaan laga yang kuat, dan kedalaman skuad yang mengesankan. Inggris tidak hanya memenangkan seluruh pertandingan kualifikasi, tetapi juga mencetak 22 gol tanpa kebobolan satu gol pun.
Setelah memastikan tiket ke Amerika Utara, Inggris sempat menjalani periode eksperimen yang membuat para pendukung sedikit khawatir. Dalam rangkaian laga persahabatan pada bulan Maret, mereka ditahan imbang Uruguay sebelum kalah dari Jepang di kandang sendiri. Namun, hasil tersebut terjadi ketika Tuchel masih mencoba berbagai taktik dan kombinasi pemain untuk menemukan susunan terbaik menjelang Piala Dunia.
Menjelang turnamen, Inggris kembali menemukan performa terbaiknya. Kemenangan meyakinkan atas Selandia Baru dan Kosta Rika, dengan empat gol tercipta dan tanpa kebobolan, menunjukkan bahwa The Three Lions siap menghadapi turnamen dalam kondisi optimal. Hasil-hasil tersebut juga meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Tuchel menjelang laga pembuka penting melawan Kroasia.
Di sisi lain, Kroasia lolos ke Piala Dunia dengan cara yang sudah menjadi ciri khas mereka: tangguh, tenang, dan penuh pengalaman. Perpaduan antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang berkembang membantu Vatreni melewati babak kualifikasi dengan catatan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang. Hal itu kembali membuktikan kemampuan Kroasia untuk tetap kompetitif di panggung internasional terbesar.
Meski demikian, persiapan Kroasia belum sepenuhnya meyakinkan. Setelah mengalahkan Kolombia, tim asuhan Zlatko Dalic mengalami kekalahan beruntun dari Belgia dan Brasil, dua tim yang dinilai memiliki kualitas setara dengan Inggris. Baru pada laga uji coba terakhir sebelum berangkat ke Amerika Utara, Luka Modric dan rekan-rekannya berhasil kembali ke jalur kemenangan dengan menundukkan Slovenia.
Pertandingan pembuka melawan Inggris diperkirakan menjadi tantangan yang jauh lebih berat bagi wakil Balkan tersebut. Menghadapi lawan yang memiliki performa stabil, kualitas merata di semua lini, dan ambisi besar untuk menjadi juara, Kroasia harus mengeluarkan seluruh pengalaman serta mentalitas kuat mereka jika ingin meraih hasil positif pada laga pertama Piala Dunia 2026.
